Google

Berita Yang Terjadi Di Kota Solo

Jumat, 22 Februari 2008

Banjir Kota Solo Tahun 1965

Banjir Kota Solo Tahun 1965

Kalau Allah Menghendaki segala sesuatu pasti terjadi sebagai contoh peristiwa - peristiwa setahun di tanah air ini bencana alam, gunung meletus, gempa bumi, sunami, flu burung dsb. Itu semua adalah bentuk cobaan dari Allah untuk mengingatkan kita semua.

Desember 2007 ini merupakan bulan Desember Kelabu bagi kota surakarta . Kota Surakarta selama ini sangatlah tenang tiba - tiba dibulan ini dikejutkan dengan musibah yang tidak dikira-kira bencana alam banjir dan tanah longsor .

Menurut Sejarah yang pernah saya dengar dulu kota solo juga pernah banjir besar kalau ngak salah ditahun 1965 menurut cerita dari orang tua ku . Waktu itu disebabkan oleh hujan deras dan waduk Gajah Mungkur Wonogiri tidak kuat menampung air hujan yang terjadi beberapa hari waktu itu .

Ini Foto yang masih disimpan Orang Tau aku banjir solo Tahun 1965



Kamis, 21 Februari 2008

Suharto Tutup Usia.

Memang asik mengikuti perkembangan terhadap sosok suharto yang sangat kontrofeksi ada pihak yang memihak suharto dan ada juga pihak yang bertentangan dengan suharto, semua itu adalah nuasa politik indonesia.

Oleh karena itu sangatlah menarik bagi saya selalu mengikuti perkembangan terakhir sebelum pak harto meninggal melalui koran, TV, Internet dsb. Perkembangan terbaru tentang kondisi kesehatan pak harto sebelum meninggal dunia.

Pria yang memimpin Indonesia selama 32 tahun ini harus menginap di rumah sakit sampai belasan hari. Selama di rawat itu pun ia berkali-kali mengalami kritis. Sejak masuk RS pada 4 Januari 2008, kondisinya terus naik turun. Membaik. Menurun. Gawat. Kritis. Masih kritis. Sangat kritis. Membaik. Begiru kata yang sering dilansir tim dokter kepresidenan untuk menggambarkan kondisi kesehatan Soeharto.

Sepanjang tahun 1999-2007, Soeharto berkali-kali masuk rumah sakit. Awalnya ia mengalami stroke ringan pada 20 Juli 1999. Akibat stroke itu, mulut Soeharto menjadi miring, ia pun harus dirawat selama 10 hari di RSPP sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Namun sebulan berselang, Soeharto harus dirawat lagi karena mengalami pendarahan di usus saat hendak mengambil air wudu untuk salat subuh di kediamannya.

Tahun 2000, mantan presiden ini tercatat 3 kali dibawa ke rumah sakit. 2001, Soeharto menjalani operasi usus buntu dan untuk pertama kalinya dipasang alat pacu jantung permanen. Akhir tahun ia dinyatakan kritis dan dibawa kembali ke RSPP. Namun meski kritis Soeharto selamat. Bahkan tahun 2002, Soeharto berziarah ke makam Tien Soeharto di Astana Giribangun, Mangadeg, Karanganyar. Dia tampak sehat dan segar serta mampu berjalan sendiri tanpa dipapah maupun menggunakan tongkat.

Selanjutnya tahun 2003, kesehatan Soeharto kembali memburuk dan dilarikan ke RSPP karena mengalami pendarahan di saluran pencernaan. Tahun 2004, pendarahan saluran pencernaan kembali menyerang Soeharto.Tahun ini Soeharto dibawa ke RSCM dan diperiksa tim dokter independen. Tiga kali memeriksa, tim dokter RSCM menyatakan, Soeharto menderita cacat psikologi permanen.

Tahun 2005, Soeharto masuk RSPP lagi dengan sakit yang sama, pendarahan usus. Namun, tim dokter menilai kondisi Soeharto relatif cukup aman sehingga ia pun boleh pulang.

Kemudian tahun 2006, setelah tampil di muka publik dalam beberapa kesempatan seperti pernikahan cucu dan pertemuan dengan mantan PM Singapura Lee Kuan Yew, Soeharto lagi-lagi dirawat di RSP Pertamina. Kali ini Soeharto kritis. Keluarga Cendana menyatakan pasrah jika Soeharto dipanggil Tuhan sewaktu-waktu.Namun ternyata Soeharto membaik. Bahkan tahun berikutnya 2007, tidak ada kabar Soeharto masuk rumah sakit lagi. Hingga kemudian tahun 2008 ini ia kembali masuk rumah sakit dan dinyatakan kritis.

Bila merunut riwayat sakitnya, terlihat Soeharto sungguh tangguh. Berkali-kali sakit selama bertahun-tahun, ia selalu lolos dari maut. Ia sakit, sembuh. Sakit lagi, membaik. Kritis, membaik dan selamat. Begitu kejadian berulang-ulang, selalu lolos dari maut. Orang yang kagum dengan Soeharto, bilang, mantan presiden ini sungguh sakti. Banyak orang yang percaya Soeharto memiliki kesakten alias kesaktian sehingga bisa selalu lolos dari maut.

Soeharto sebagai orang Jawa, diyakini melakukan laku atau ritual mistis sehingga ia memiliki kesaktian. Orang-orang dekat Soeharto pun membenarkan. Pria kelahiran Desa Kemusuk, Argomulyo, Godean, Yogyakarta itu pernah berguru spiritual kepada Romo Marto Pangarso. Menurut cicit Romo Marto, Lia Hermin Putri, Soeharto baru bisa meninggal bila pulung dan ageman atau jimat pusaka yang dipakainya dicabut.

Tapi lepas dari sisi mistis yang mengelilinginya, sosok Soeharto benar-benar tangguh. Ia tak ubahnya polisi John McClane. Dalam film Die Hard, polisi yang diperankan Bruce Willis ini nggak ada matinye.

Lagi-Lagi Kembali ke Kiai Maja

Jumat, 4 Januari 2008. Hari sudah siang. Jalan Cendana seperti hari-hari biasanya, sepi. Mantan presiden Soeharto berada di rumahnya. Sudah lima hari ia tidak sehat. Pria sepuh ini merasa lemas. Tubuhnya bengkak-bengkak.

Tim dokter sudah berusaha memberikan tindakan medis di rumah tetapi rupanya tidak memadai. Akhirnya dengan diantar putri tertuanya, Siti Hardiyanti Rukmana, sekitar pukul 13.00 WIB, pria sepuh itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Rumah Sakit di Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan itu sudah menjadi langganan Soeharto bila sakit.

Pukul 14.30 WIB, Soeharto sampai di Rumah Sakit dan dirawat di lantai 5B Belida, president suite I-II nomor 536 untuk menjalani rawat inap. M Assegaf, pengacara Soeharto, menyatakan tidak ada yang serius dengan penyakit pria berumur 87 tahun itu. Ketua tim dokter Soeharto, Dr Mardjo Soebandono juga menyatakan hal senada. Menurut Soebandono, Seoharto hanya menjalani check up biasa.

Meski dinyatakan tidak ada yang serius, perawatan yang dilakukan terhadap Soeharto tidak main-main. Mantan presiden itu harus menjalani USG dan CT Scan. Ia juga dipasangi infus dan alat pengontrol cairan tubah (CVC).

Pjs Direktur RSPP Djoko Sanjoto dalam jumpa pers menyatakan, Soeharto dibawa ke rumah sakit setelah merasa lemas akibat kadar hemoglobinnya rendah. Ia juga mengalami penimbunan cairan di seluruh tubuhnya. Meski mengalami penimbunan cairan di seluruh tubuhnya, Soeharto masih sadar 100 persen.

Menyusul masuknya Soeharto, seperti biasa penjagaan RSPP diperketat. Tiga satpam tampak berjaga-jaga di depan kamar Soeharto. Lorong yang mengarah ke ruang president suite, tempat Soeharto dirawat, dipasangi sekat kayu setinggi 1 meter yang dilapisi kain warna putih.

Malam harinya, anak-anak Soeharto telah berkumpul di RSPP. Tutut, Titik, Mamik, Bambang dan Sigit menemani mantan presiden tersebut. Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang merupakan mantan menantu Soeharto, konglomerat Sudwikatmono dan mantan KSAD Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar dan mantan Mensesneg Moerdiono juga datang. Hanya Hutomo Mandala Putra alias Tommy yang belum muncul.

Presiden dan Wapres Membesuk

5 Januari 2008, Memasuki hari kedua dirawat, kondisi kesehatan Soeharto semakin menurun. Keadaan umumnya masih lemah, tekanan darah 80/50, mmHg jantung dan paru-paru masih belum membaik dengan obat-obatan yang diberikan. Penumpukan cairan di seluruh tubuh makin bertambah, terutama di paru-paru. Pemeriksaan di laboratorium memperlihatkan Hb Soeharto menurun 8,3 gr% dan fungsi ginjal juga makin turun.

Tim dokter berhasil mengurangi cairan yang menumpuk di bagian tangan dan kaki Soeharto. Namun cairan yang berkumpul di perut belum bisa diatasi. Ketua Tim Dokter Kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono. menyatakan, sakit Soeharto sangat komplek. Fungsi jantung, paru-paru dan ginjalnya, menurun. Kesaksian Fuad Bawazier dan Haryono Suyono, yang datang menjenguk mantan penguasa 32 tahun Indonesia itu, Soeharto dalam keadaan kritis. Menurut Haryono, ada 40 dokter yang menangani Soeharto.

Pada hari ini, Presiden SBY menjenguk Soeharto. SBY datang sekitar pukul 11.00 WIB dan kunjungan itu berlangsung sekitar 12 menit. Menurut Haryono, Pak Harto masih bisa bicara. Dia bahkan mengucapkan terima kasih telah dijenguk Presiden SBY.

Presiden SBY yang hanya diam saat membesuk Soeharto di RSPP. Tapi ternyata SBY kemudian menggelar jumpa pers di Kantor Presiden . SBY menyampaikan kondisi Soeharto yang kritis dan mengimbau memanjatkan doa. "Setelah menjenguk kondisi Pak Harto, saya mendapat laporan dari tim dokter, beliau dalam kondisi yang kritis," kata SBY yang didampingi Wapres JK.

Turut hadir di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu, 5 Januari 2008, antara lain 3 Menko, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Rajasa, Menag Maftuh Basyuni, dan Ketua Wantimpres Ali Alatas.

SBY menyatakan, pemerintah memberikan bantuan medis kepada Pak Harto,
seperti dilakukan kepada mantan presiden sebelumnya. Tim dokter kepresiden dan tim dokter RSPP bekerja sama melakukan yang terbaik.

"Kita berdoa saja. Semoga langkah-langkah yang kita ambil ini dapat berjalan baik," ujar SBY yang mengenakan batik lengan panjang warna hijau.

Setelah SBY, berturut-turut datang Mantan Menhankam/Pangab 1998 Kabinet Pembangunan VII Wiranto, Menkes Siti Fadillah Supari dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Kemudian pukul 14.15 WIB, usai mendampingi jumpa pers SBY, Wapres Jusuf Kalla bersama Menag Maftuh Basyuni , Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, salah satu Ketua MUI Amidhan dan pimpinan MUI menengok Soeharto.Rombongan Wapres ini memanjatkan doa bagi kesembuhan Soeharto. Penguasa Orba itu meresponsnya dengan menggerakkan kepala. Pembacaan doa untuk Pak Harto dipimpin Ketua MUI Maruf Amin.
Sore harinya sekitar pukul 15.50 WIB, giliran Ketua DPR Agung Laksono yang datang. Selang satu menit, datang mantan Menteri Koperasi era Soeharto Bustanil Arifin bersama istri. Usai menjenguk, Agung meminta pemerintah mengantisipasi jika sesuatu terjadi dengan penguasa orde baru itu. Ia juga meminta agar masalah hukum Soeharto tidak diutak-atik dulu.
Malam harinya, Soeharto berangsur mambaik tapi belum melewati masa kritis. Bengkak-bengkak di tangan dan muka penguasa Indonesia selama 32 tahun itu sudah mulai berkurang. Dokter berhasil mengeluarkan 250 cc cairan dari tubuh mantan Presiden Soeharto.
Malam hari, Pak Harto tertidur didampingi oleh adiknya Probosutedjo dan putrinya, Mbak Tutut. Tommy yang pada hari pertama belum muncul, pada malam hari kedua dirawat itu juga sudah ikut menunggui ayahnya. Malam itu Soeharto bisa tidur dengan tenang.
6 Januari 2008. Hari ketiga dirawat, kondisi Soeharto lebih menggembirakan. Soeharto sudah bisa tertawa dan wajahnya terlihat cerah. Pembengkakan di sekujur tubuh Soeharto sudah hilang, terutama pembengkakan di kakinya. Pak Harto juga sudah mencoba makan bubur. Ia pun masih bisa mengenali orang-orang yang datang menjenguk.
"Bapak sudah bisa tertawa kok. Sudah bisa salaman serta mukanya sudah memerah tidak pucat lagi kayak kemarin," kata mantan Menteri Peranan Wanita Mien Sugandhi seusai menjenguk Soeharto.
Sementara itu mantan pejabat terus berdatangan menjenguk Soeharto. Seperti mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menaker Theo L Sambuaga, mantan Menteri Kehakiman Oetojo Oesman, dan mantan menteri Peranan Wanita Tuti Alawiyah.
7 Januari 2008. Hari keempat. Soeharto dinyatakan sudah lepas dari masa kritis. Nafsu makannya juga membaik. Namun kondisinya masih lemah. Tekanan darah penguasa Orde Baru itu stabil pada angka 110-120 mmhg. Jantung dan paru-paru Pak Harto juga memperlihatkan perbaikan. Penumpukan cairan di seluruh tubuh berkurang.
Satu lagi kemajuan kondisi kesehatan Pak Harto. Dia sudah bisa pipis sendiri ke WC. Namun saat berjalan ke kamar mandi, penguasa Orde Baru itu tetap ditemani. Soeharto juga sudah diperbolehkan menyantap makanan yang lunak.
Pada hari keempat sakit ini, polemik soal kasus hukum Soeharto kembali muncul. Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta agar kasus Soeharto segera diselesaikan. Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Priyo Budi Santoso meminta agar Soeharto dimaafkan dan kasus hukumnya dihentikan.
Sementara Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan Presiden SBY tidak bisa memberikan pengampunan terhadap Soeharto. Penguasa Orde Baru itu sama sekali tidak memenuhi kriteria untuk menerima pengampunan dari Kepala Negara atas kasus hukum yang melibatkannya.

"Pengampunan itu hanya grasi, abolisi, amnesti dan rehabilitasi. Empat alasan itu tidak bisa dipergunakan (pada Soeharto)," kata Jaksa Agung Hendarman Supandji, di Kantor Presiden.

Keluarga Soekarno Memaafkan
8 Januari 2008. Kesehatan Soeharto menurun memasuki hari kelima dirawat. Produksi urin menurun dan terjadi penumpukan cairan pada paru-paru. Ada tanda-tanda adanya pendarahan melalui urin dan feses sehingga HB turun hingga 7,6 gram persen. Dokter membantah Soeharto koma. Namun dokter melarang Soeharto menerima tamu.
"Tidak betul (Soeharto koma). Kesadaran beliau baik. Beliau dalam keadaan sadar, tidak koma," kata kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Dr Mardjo Soebiandono. Sebanyak 25 dokter ahli dikerahkan untuk menangani Soeharto. Saat malam hampir larut, Menkes datang menengok Soeharto.
Sementara itu polemik soal kelanjutan kasus Soeharto terus berlanjut. Di antara polemik itu, ada tanggapan dari pihak Megawati Soekarnoputri. Pada akhir hidupnya, ayah Mega, mantan Presiden Soekarno tidak mendapat perawatan yang layak saat sakit. Namun Mega menyatakan tidak dendam terhadap Soeharto. Mega mengaku sudah memaafkan kesalahan Soeharto terhadap ayahnya.
"Katanya (Mega), saya tidak ada dendam sama sekali. Bahkan saya sudah maafkan dari dulu," kata Sekjen PDIP Pramono Anung mengutip pernyataan Mega di Kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta.
Megawati memutuskan tidak menjenguk Soeharto. Tapi anak Soekarno lainnya, Guruh Soekarno pada 12 Januari datang membesuk. Putra proklamator itu menyatakan tidak pernah mempermasalahkan perlakukan Soeharto terhadap ayahnya. "Tidak mas. Itu tidak pernah kami permasalahkan," kata Guruh di RSPP usai menjenguk.
Diisukan Wafat, Malah Makan Pizza
9 Januari 2008. Hari keenam kondisi mantan Presiden Soeharto membaik berkat mesin. Mantan penguasa Orba ini bahkan meminta minum dan makan kepada putri bungsunya, Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek.
Meski kondisinya masih lemah, Pak Harto sudah bisa makan. Menurut pengacara keluarga Cendana, OC Kaligis, penguasa Orba itu memakan pizza. "Bapak makan Pizza Hut. Isinya tomat dan keju. Makannya sedikit-sedikit di antara anak-anaknya," kata OC.

Menurut OC, Pak Harto diperbolehkan makanan asal Italia itu karena HB-nya sudah di atas 10. "Kalau orang sakit, mau makan apa saja kan dikasih," ujar pengacara beken itu.
Namun pada hari keenam ini, Soeharto justru diisukan meninggal. Isu berhembus kencang setelah beredar kabar Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, pukul 16.00 WIB sudah ditutup guna melancarkan prosesi. Tapi petugas informasi bandara Adi Sumarmo membantahnya.
Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono kemudian membantah isu meninggalnya Soeharto. Jenderal besar ini masih sadar penuh. Saat itu transfusi darah untuk Soeharto masih terus berlangsung. Tekanan darah Soeharto mencapai 110/50 mm hg. "Secara umum stabil. Masih sadar tapi lemah," tandas Mardjo.
Namun sementara itu sejumlah lembaga sudah melakukan antisipasi bila Soeharto meninggal. TNI, misalnya, sudah menyiapkan dua skenario pemakaman. Dua skenario pemakaman Soeharto bersandi CB1 dan CB2. Skenario pertama (CB1), proses pemakaman Soeharto akan melalui rute RSPP-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg. Skenario kedua (CB2), proses pemakaman Soeharto akan melalui rute RSPP-Cendana-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg.

Dua skenario pemakaman bila Soeharto meninggal ini tercantum dalam radiogram dari Mabes TNI. Radiogram ini berkop Markas Besar TNI Staf Operasi Rencana Kegiatan Alpha yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Zamroni, SE.
Dalam salinan radiogram tertanggal 5 Januari 2008 yang didapatkan detikcom, dijelaskan secara rinci upacara-upacara penerimaan jenazah. Dalam dua skenario itu, Presiden SBY dijadwalkan menjadi inspektur upacara (irup) di Astana Giri Bangun, Mangadeg, Karanganyar. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi irup di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Malamnya, Wapres Jusuf Kalla menggelar zikir bersama di kediamannya Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dzikir diikuti oleh 125 santri dari Majelis Dakwah Islamiah Indonesia dan salah satu isinya untuk mendoakan Soeharto.

10 Januari 2008. Hari ketujuh, kondisi fisik Soeharto masih labil. Pernafasan penguasa Orde Baru ini belum sepenuhnya baik, disertai dengan keluhan sesak nafas.

Mengalami Kehidupan Palsu

11 Januari 2008, Hari kedelapan dirawat di RSPP, kondisi Pak Harto kian gawat. Dokter menyebut kondisinya kritis sekali. Kesadarannya menurun. Pernafasannya memburuk, cepat dan dangkal. Beredar kabar Jenderal Besar ini sudah koma. Wapres Jusuf Kalla (JK) dan Mensesneg Hatta Rajasa datang membesuk.

Pada sore hari terjadi penurunan tekanan darah dan tingkat kesadaran. Ketua tim dokter kepresidenan Mardjo Soebiandono menjelaskan, penurunan kesadaran yang dialami Soeharto akibat kegagalan multiorgan.

Dokter melakukan pertolongan bantuan napas dan pemberian obat-obat untuk mengatasi kegawatan. Beberapa peralatan medis kembali dipasang demi kelangsungan hidup Soeharto.Yang terbaru adalah alat bantu nafas ventilator. Alat itu dipasang karena kondisi Soeharto gawat. "Kondisinya sangat kritis sekali sehingga beliau terpaksa ditidurkan dengan alat bantu nafas ventilator," kata dr Mardjo Soebiandono.

Menyusul kondisi kritis itu, adik tiri Soeharto, Probosutedjo, yang tengah dipenjara pun mendapat izin keluar dari LP Sukamiskin selama 24 jam.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Menkes Siti Fadillah Supari membuat pernyataan yang mengagetkan. Ia menyatakan kondisi Soeharto sangat gawat . Tubuh Soeharto sudah dipasangi alat bantu ginjal, alat bantu jantung dan didukung berbagai jenis obat-obatan. Menurut Menkes, dengan pemasangan peralatan itu sama saja menciptakan kehidupan palsu bagi Soeharto.

Menkes menjelaskan, kehidupan palsu adalah kondisi dimana organ-organ tubuh berfungsi. Namun itu karena menggunakan alat bantu. "Orangnya bernafas dengan mesin, bisa kencing karena ginjalnya berfungsi, jantung dibantu obat. Tapi penderitanya koma. Kalau sudah begitu kasihan," jelas Siti.

Banyak pihak yang menduga hari kedelapan dirawat ini akan menjadi hari terakhir Soeharto. Semua pihak pun sibuk melakukan persiapan. Seluruh keluarga Soeharto sudah berkumpul di RSPP. Mantan istri Tommy Soeharto, Pramesti Regita Cahyani atau Tata yang tinggal di Singapura setelah mengajukan gugatan cerai, juga sudah hadir di RSPP. Demikian pula mantan menantu Soeharto, Prabowo. Keluarga berkumpul dan membacakan surat Yasin. Keluarga pun sudah mengikhlaskan semuanya kepada Tuhan.

Sementara di Solo, rumah keluarga Cendana di Dalem Kalitan, mempersiapkan antisipasi untuk menghadapi keadaan terburuk. Komandan Kodim (Dandim) Solo Letnan Kolonel Inf Adi Nugroho datang menemui Kepala Rumah Tangga Dalem Kalitan Sriyanto di Dalem Kalitan, Jl Kalitan 146, di Desa Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo, pukul 22.30 WIB.

Pertemuan kedua orang itu berlangsung sekitar tiga puluh menit. Adi mengaku dirinya diminta untuk melakukan persiapan. "Ya diminta untuk melakukan persiapan. Apa pun yang terjadi kita tetap mendoakan Pak Harto agar baik-baik saja," jawabnya.

Guna memempersiapkan keamanan, bahkan menurut Adi, rencananya KSAD Letjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo akan datang ke Solo, Sabtu keesokan harinya.

Di Yogayakarta, keluarga Soeharto melakukan doa bersama dengan membaca surat Yasin. Yasinan juga dilakukan sekitar 50 warga di rumah tokoh masyarakat Kemusuk, Haji Dasiman. Tujuannya meminta mantan presiden ini diberi kekuatan dan kesehatan.

Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB, dokter memastikan, Soeharto belum meninggal. "Bapak belum meninggal," kata ketua tim dokter kepresidenan Mardjo Soebiandono. Tengah malam para dokter pulang.

Sempat Berhenti Bernafas

12 Januari 2008. Hari Kesembilan, kondisi Soeharto masih gawat. Seluruh peralatan medis masih terpasang di tubuh dan alat bantu pernafasan atau ventilator masih terpasang di tubuh Soeharto.

Menkes Siti Fadilah Supari terus memantau kesehatan Pak Harto. Menurut menteri yang bertitel dokter itu, Pak Harto sempat berhenti bernafas. "Saya sempat dilapori pukul 18.00 WIB, dia (Soeharto) sempat berhenti bernafas," kata Siti saat dihubungi wartawan via ponsel, Sabtu (12/1/2008).

Menurut Siti, dia dimintai pendapat apakah perlu dipasangi ventilator. Menkes tidak setuju jika Soeharto dipasangi ventilator dengan alasan kasihan melihat kondisi Soeharto. Namun pendapat Bu Menteri tidak diindahkan keluarga Pak Harto. Mbak Tutut tetap minta dipasangi ventilator. "Dia (Mbak Tutut) lebih berhak, kita bisa apalagi? Pukul 21.00 WIB saya mendapat kabar bahwa alat tersebut sudah terpasang di Soeharto," ujarnya lagi.

Karena dipasangi ventilator Soeharto dibius. Pembiusan dilakukan agar ventilatornya dapat bekerja. Masalahnya kalau sadar, paru-paru Soeharto akan melawan ventilator yang dipasang dokter.

Pukul 10.00 WIB, Ketua Tim Dokter yang menangani Soeharto, dr Mardjo Soebiandono dalam jumpa pers, menyatakan Pak Harto membaik, ia sudah bangun dan sadar. Pada pukul 05.00 WIB, Pak Harto bisa merespon dokter, ia mengangguk menjawab pertanyaan dokter.

Ditegaskan, dibanding kondisi pada Jumat (11 Januari 2008) malam, kondisi Soeharto pada Sabtu jauh membaik. Kesadaran Pak Harto juga sudah mulai menunjukkan respons. Namun mantan Presiden itu masih mengalami pendarahan ringan di lambungnya. Soeharto juga mengalami penimbunan cairan di paru-paru dengan disertai tanda-tanda infeksi.

Sementara itu polemik perdebatan pro kontra atas mantan Presiden Soeharto terus berkembang di masyarakat. Presiden SBY turun tangan dan menyerukan agar polemik itu dihentikan. "Saya mengajak hentikan komentar dan debat yang tidak tepat apalagi kalau ada kata-kata yang terlontar jauh dari kearifan kita sebagai bangsa," kata SBY di kediamannya di Cikeas, Bogor.

Minggu, 13 Januari 2008. Hari kesepuluh dirawat. Soeharto masih dirawat di ruang ICCU. Setiap jam kesehatan Soeharto terus dievaluasi oleh dokter. Kondisi kesehatan mantan Presiden RI Soeharto menurun sejak pagi hari. Pak Harto mengalami kemunduran hampir pada seluruh fungsi organ.

"Kondisi Pak Harto sangat kritis," ujar Dr Mardjo Soebiandono . Dari lima organ yang ada, cuma tinggal dua organ Soeharto saja yang masih berfungsi, yakni otak dan pencernaan. Selebihnya tidak berfungsi ada tiga, yaitu jantung, ginjal dan pernafasan. Tiga organ Pak Harto yang tidak berfungsi dibantu alat. Jantung dengan alat pacu jantung, pernasafasan dengan ventilator. Sementara 80 Persen suplai oksigen yang dihirupnya dipasok mesin..

Meski kondisi tiga organ tubuh Pak Harto sudah tidak berfungsi sehingga dipasangi alat-alat-alat kedokteran di tubuhnya, dokter membantah Pak Harto dipaksa hidup. "Kalau memaksakan hidup itu artinya sudah mati tapi dipaksa hidup. Ini kan belum," cetus anggota tim dokter kepresidenan Djoko Rahardjo.

Siang hari pukul 14.00 WIB, menyusul pernyataan kondisi sangat kritis Soeharto, pengamanan RSPP diperketat. Puluhan polisi dari Polres Jakarta Selatan tampak berdatangan dan berjaga-jaga di berbagai gedung dan tempat parkir RSPP. Kondisi seperti ini selalu terulang. Setiap kali tim dokter menyatakan Soeharto dalam kondisi kritis, pengamanan rumah sakit diperketat.

Sementara itu, sore harinya Cendana tiba-tiba disterilkan. Pukul 16.00 WIB, polisi memerintahkan agar semua kendaraan yang diparkir di jalan yang berada di depan rumah mantan Presiden Soeharto segera dipindahkan. Tidak hanya itu, gerbang rumah Soeharto seketika juga ditutup.

Kondisi semakin tegang, karena Bupati Karanganyar Rina Iriani datang ke RSPP. Seperti diketahui, Astana Giribangun yang dipersiapkan sebagai tempat memakamkan Soeharto, jika meninggal masuk wilayah Karanganyar. Rina sendiri mengaku jauh-jauh datang dari Karanganyar untuk mendoakan kesembuhan Soeharto. Rina kemudian membantah kalau kedatangannya untuk membicarakan persiapan pemakaman untuk mantan Presiden Soeharto jika meninggal.

Tim dokter terus berupaya menangani mantan Presiden Soeharto. Namun malam harinya dokter mengatakan harapan hidup Soeharto kecil. Indikasi kecilnya harapan dinilai dari faktor umur dan penyakit. Apalagi hari Minggu ini, kondisi Soeharto lebih buruk dibandingkan saar kritis pada Jumat sebelumnya.

Pernyataan Soeharto kritis ini merupakan pernyataan yang ketiga kali sejak mantan presiden itu dirawat di RS Pusat Pertamina. Pernyataan itu sudah 3 kali muncul dari Tim Dokter Kepresidenan.

Soeharto pertama kali dinyatakan kritis pada 5 Januari 2008 atau hari kedua sejak dia dirawat di RSPP. Kritis kedua Pak Harto terjadi pada Jumat 11 Januari 2008. Sama dengan dua kali kritis sebelumnya, pada kritis ketiga Soeharto pun kembali membaik.

Kondisi kritis yang dialami mantan presiden Soeharto membangkitkan empati masyarakat Pacitan, Jawa Timur. Ratusan warga kota Pacitan malam itu menggelar doa bersama di halaman markas Komunitas Masyarakat Pacitan (KMP), Jl. DI Panjaitan.

Selain masyarakat dalam negeri, empati juga ditunjukkan teman-teman Soeharto yang berada di luar negri. Hari ini, sekitar pukul 11.36 WIB, mantan PM Singapura Lee Kuan Yew datang menjenguk Soeharto. Namun Soeharto kehadiran Lee tidak disadari Soeharto. Saat sahabatnya itu datang, Soeharto masih dalam keadaan tidak sadar.

Menurut Moerdiono, Lee hanya ditemui ketiga putri Pak Harto, yakni Tutut, Mamiek dan Titiek. Kepada mereka, Lee menyatakan keprihatinannya dan mendoakan Pak Harto lekas sembuh.

Senin, 14 Januari 2008. Hari kesebelas. Kondisi Soeharto naik turun. Setelah mengalami kondisi sangat kritis karena tiga organ tubuhnya tidak berfungsi, memasuki perawatan hari ke-11, kondisi Pak Harto membaik. Fungsi jantungnya membaik.

Pada hari ini banyak kabar baik untuk Soeharto. Amien Rais yang berjuluk Bapak Reformasi, yang mempelopori tumbangnya Soeharto meminta masyarakat untuk memaafkan Soeharto. Ia menuntut pemerintah agar mencari terobosan istimewa untuk menyelesaikan kasus Soeharto.

Siang hari, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Muhammad menjenguk mantan Presiden Soeharto. Kedatangan mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad membuat emosi Pak Harto bergejolak. Memang tiada kata yang terucap, namun penguasa Orba itu sempat meneteskan air mata.

Tidak hanya Pak Harto yang menangis, Mahathir pun tidak mampu menyembunyikan kesedihannya melihat sahabatnya terkulai lemah. Dia ikut meneteskan air mata. "Tadi pas ketemu Mahathir, dia menangis. Ini cerita Mbak Titiek loh ya, bukan saya. Pak Mahathir juga menangis," tutur ketua tim dokter kepresidenan Mardjo. Sore harinya, giliran Sultan Hassanal Bolkiah membesuk.

Para ’Brutus’ Datang Membesuk

Selasa, 15 Januari 2008. Hari keduabelas. Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto kembali menurun. Pernafasan Pak Harto masih dibantu mesin pernafasan. Fungsi jantung pun belum stabil. Muncul tanda-tanda infeksi sistemik pada paru-parunya.

Simpati kepada mantan presiden Soeharto terus bergulir. Seribuan umat Islam wilayah Pantura Cirebon, Jawa Barat, menggelar istighasah yang dipimpin oleh sejumlah kyai dari sejumlah pondok pesantren di wilayah Cirebon. Sakit yang mendera Pak Harto juga membuat ratusan warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, iba. Mereka menggelar doa bersama. Tak sedikit dari mereka yang bertangisan.

Yang istimewa pada hari keduabelas ini, mantan Presiden Habibie untuk pertama kalinya datang membesuk Soeharto. Sejak Soeharto sakit pada 1999, setelah lengser Habibie belum pernah sekalipun menjenguk ataupun bertemu presiden yang digantikannya itu.

Habibie yang berbatik coklat dan berpeci datang didampingi istrinya Ainun Habibie yang berbatik kuning. Ia tiba di RSPP pukul 21.00 WIB. Menurut Habibie dirinya langsung terbang dari Jerman dengan maskapai Lufthansa. "Kita tadi berdoa dipimpin Pak Quraish Shihab. etika saya tadi datang, Pak harto sedang tidur. Saya ada di kamar sebelahnya," jelas Habibie.

Habibie sepertinya kurang beruntung tidak bertemu langsung Soeharto. Soalnya sehari sebelumnya mantan Malaysia PM Mahathir Mohammad bertemu Pak Harto yang kala itu telah disadarkan dokter.

Habibie, bagi keluarga Soeharto mungkin dianggap sebagai Brutus. Maklum Habibie lah yang kemudian menggantikan Soeharto setelah lengser. Marcus Junius Brutus Caepio (85-42 SM), atau yang lebih dikenal sebagai Brutus, adalah seorang Senator Kota Roma pada akhir Republik Roma. Ia merupakan salah seorang pembunuh Julius Caesar. Brutus kemudian diadili oleh Senatus sebagai “pengkhianat” kerajaan.

Setelah dilengserkan pada tahun 1998, hubungan Soeharto dengan Habibie yang sebelumnya sudah seperti biasa menjadi renggang. Menurut Habibie, Soeharto mulai tak mau menyapanya sejak 21 Mei 1998, beberapa saat sebelum Soeharto berpidato mengumumkan pengunduran dirinya.

"Saya sangat tegang melihat Pak Harto melewati saya, terus melangkah ke ruang upacara dan "melecehkan" keberadaan saya di depan semua yang hadir. Betapa sedih dan perih perasaan saya ketika itu," tulis Habibie dalam bukunya yang berjudul Detik-detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi.

Pada 9 Juni 1998, Habibie menelepon Pak Harto untuk mengucapkan ulang tahun. Pak Harto berulang tahun 8 Juni. Dalam percakapan itu Pak Harto meminta Habibie tidak menghubunginya lagi.

Sas-sus yang beredar, Pak Harto ogah bertemu dengan Habibie setelah profesor itu memulai mengusut dugaan korupsi Pak Harto, sebagai upaya untuk melaksanakan Tap MPR XI/MPR/1998.


Rabu, 16 Januari 2008. Hari ketigabelas. Kondisi Soeharto masih kritis. Deplu mengaku sudah menyiapkan standard operation procedur (SOP) bagi tamu negara yang akan melayat Soeharto. Maklum hari-hari sebelumnya sejumlah tamu asing

seperti Lee Kuan Yew, Mahathir Mohammad dan Sultan Hassanal Bolkiah datang menjenguk.

Pada hari ketiga belas dirawat ini, tidak ada tamu asing yang datang. Yang datang membesuk justru orang dekat Soeharto yang sempat menjadi ’brutus’ menjelang akhir kekuasaannya yakni mantan Ketua MPR Harmoko. Seperti diketahui, MPR yang dipimpin Harmoko meminta Soeharto mengundurkan diri pada tahun 1998, sehubungan krisis moneter yang melanda Indonesia.

Selain Harmoko datang pula mantan Ketua DPA Sudomo. Kedua orang ini awalnya menyatakan tidak akan menjenguk Soeharto langsung. Mereka mengaku cukup mendoakan kesembuhan mantan bosnya itu dengan menggelar doa di kediamannya masing-masing.

Saat membesuk, Harmoko yang tiba di RSPP pukul 21.00 WIB tidak bisa bertemu Soeharto maupun putra putrinya.Ia hanya ditemui kerabat Soeharto yakni, Widodo, Sudwikatmono dan istri Probosutedjo.

Kamis, 17 Januari 2008. Hari keempat belas. Soeharto masih kritis. Tubuh Pak Harto masih dipasangi 6 alat. Namun meski kondisinya kritis, Pak Harto masih memberikan respons.

Ketua tim dokter kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono menyatakan, semangat hidup Pak Harto masih tinggi. "Ya. Kalau dipanggil, merespons. Semangat hidup Pak Harto masih tinggi. Kayaknya pengen bangun," kata Mardjo.

Tapi Kuasa tuhan tak dapat di tebak, meskipun manusia berusaha kalaupun tuhan telah menghendaki untuk kembali kepadanya manusia tak bisa berdaya dan kuasa.

Informasi tulisan ini dari Koran, TV, Internet yang memberitakan tentang suharto saya rangkum dalam tulisan saya sendiri. Bila mana ada kesalahan atas mohon maaf.

Berita Meninggalnya suharto






Inalilahi Wainalilahi Rojiun.

Hari ini Tanggal 27 Januri 2008 seluruh warga indonesia merasa kehilanggan atas meninggalnya bapak pembangunan indonesia Bpk. H. Muh. Suharto. Semasa perjuangannya dalam menjabat presiden selama 32 Tahun, banyak masyarakat yang simpati ada juga masyarakat yang bertentangan dengan kepemimpinannya. Semua adalah bagian dari kehidupan manusia ada yang suka dan ada yang benci.

Pada hari ini tanggal 27 Januari 2008 Suharto tutup usia . Banyak yang merasa simpati dan merasa ikut bela sungkawa dan mendoakan beliau . Saya sebagai penulis juga ikut berdoa agar segala amal ibadah di di terima tuhan yang maha esa sebagai amal kebaikan .

Pada Tanggal 28 januari 2008 jenazah bapak pembangunan indonesia di kebumikan diastana giribangun karanganyar. Astana Giribangun, terletak 30 kilometer dari kota Solo. Di makam ini terdapat tiga bangunan makam (cungkup) berbentuk joglo dengan masing-masing bernama Argo Tuwuh, Argo Kembang, dan Argo Sari. Begitu juga dahulu di tahun 1996 istri Pak Harto Jenazah Ibu Tien dimakamkan di kompleks Argo Sari yang ditopang empat tiang (Sokoguru) dengan ukiran khas Jepara. Di tempat ini telah disemayamkan jasad kedua orangtuanya, KRMTH dan KRay Sumoharyomo, dan KRAy Siti Hartini Odang, kakak perempuan Ibu Tien. Dengan demikian, jenazah Ibu Tien adalah yang keempat dimakamkan di kompleks Argo Sari.

Proses pembambutan jenazah pak harto dan bu tien sama ramai banyak masyarakat yang merasa ikut kehilangan dan banyak yang mendoakan . buktinya di setiap jalur yang di lewati menuju astana giribangun masyarakat benbondon - bondong ingin manyaksikan dan mendoakan kepergian atas meninggalnya bapak pembangunan indonesia " H. Muh. Suharto ".

Mungkin semua orang simpati akan kesederhanaan dan tetap memegang teguh adat jawa yang membuat orang simpati, terutama masyarakat solo .


" Selamat Jalan Bapak Pembangunan Indonesia
" H. MUH. SUHARTO " .

Semoga Amal dan Ibadah km di terima Oleh Allah. Swt.


Mengenai Saya

Foto Saya
febrianto eko bayu putro
I Indonesia from the solo city, Central Java, Indonesia
Lihat profil lengkapku